
Natalia Solagrasia Abineno (Kelas 6 SDN Ekam, Amarasi).
Hai…teman-teman salam perkenalan untuk semuanya.
Nama-ku Funsey. Aku siswa kelas 3 sekolah dasar negeri di suatu tempat di kecamatan Amarasi.
Aku mempunyai sahabat yang bernama Ericha. Persahabatan kami sudah sejak kelas 1 sekolah dasar. Aku dan Ericha sering belajar bersama dan membicarakan cara-cara belajar baik untuk memahami setiap pelajaran yang diberikan guru.
Karena ketekunan serta rajin belajar maka aku dan Ericha seringkali mendapat nilai yang bagus.
Pada suatu hari ketika pelajaran Agama aku sangat senang karena pelajaran tersebut adalah pelajaran favoritku.
Hari itu aku merasa kesepian karena sahabatku Ericha tidak masuk sekolah sebab sakit. Aku berharap Ericha cepat sembuh sehingga dapat mengikuti pelajaran lagi. Walaupun tanpa Ericha tapi aku mengikuti pelajaran dengan serius terhadap semua penjelasan guru.
Tiba-tiba suasana kelas yang tenang menjadi ribut karena ulah seorang teman laki-laki yang bercerita dengan suara keras disertai tertawa. Ulah teman tersebut sangat mengganggu perhatianku terhadap penjelasan guru. Aku mendengar teguran guru agar suasana kelas tetap tenang tetapi teman tersebut masih tetap bercerita yang akhirnya menimbulkan kemarahan guru.
Aku sedang menulis dan aku terkejut ketika lenganku dipukul dengan penggaris besi oleh guru. Aku sangat marah dan bertanya kenapa semua anak harus dipukul padahal penyebabnya satu orang.
Guru mendengar kata-kataku dan dengan marah guru mengatakan bahwa yang tidak suka tindakan guru silahkan keluar.
Aku tidak suka dengan perlakuan guru dan sambil membawa tas aku beranjak keluar dari kelas menuju kantin. Guru ku tidak menyangka kalau aku akan keluar dari kelas.
Tindakanku untuk keluar dari kelas merupakan ungkapan tidak suka dengan perlakuan guru.
Di luar kelas sambil makan aku berpikir dan bertanya dalam hati mengapa guru marah -marah pada hari ini. Untuk sementara aku beranggapan bahwa pasti guru sedang menghadapi masalah dan aku putuskan untuk masuk kembali ke kelas setelah istirahat dan meminta maaf kepada guru.
Hai…..teman-teman, waktu istirahat disekolahku hanya 15 menit dan ketika jam istirahat selesai, aku bersama teman-teman masuk ke kelas dan duduk ditempat masing-masing sedangkan aku menuju meja guru untuk meminta maaf karena meninggalkan kelas.
Aku merasa bersalah sebab perbuatanku menunjukkan sikap yang tidak menghormati guru .
Percakapan aku dan guru sebagai berikut :
Funsey : permisi bu
Ibu guru : iya ada apa Funsey ?
Funsey : ibu aku ingin meminta maaf kepada ibu atas tindakanku yang membuat ibu tidak senang dengan meninggalkan kelas
Ibu guru. : iya tidak apa-apa, ibu pun merasa bersalah atas perbuatan ibu yang tidak menanyakan kepada kalian siapa yang membuat keributan.maafkan ibu
Funsey : iya ibu tidak apa-apa.
Demikianlah perkenalanku dan sedikit cerita tentang suatu kejadian yang aku rasakan.
Akhirnya pesanku untuk teman-teman semua, jika kita mendapat perlakuan yang tidak baik kita boleh marah tetapi harus menyadari dan meminta maaf agar suasana menjadi damai kembali.
Nama Lengkap : Natalia Solagrasia Abineno
Ttl : Kupang, 16 Desember 2012
Sekolah : SD Negeri Ekam – Kec. Amarasi-Kab. Kupang
Kelas : 6 SD



